Jumat, 05 Februari 2010

Puisi sia-sia kuselami sungaimu

SIA-SIA KUSELAMI SUNGAIMU

Menyelami sungaimu hanyalah sebuah kesia-siaan
tak kutemukan kedalaman bermakna untukku
Terlanjur ku basah dalam sungai yang tak kau inginkan
bagaimana lepas dari jerat yang tak pantas untukku
kesia-siaan ini meletakkanku pada batas keterpurukan
menyelami batumu tak kan pernah usai
lelah aku terkurung dalam hasratku
tanahmu begitu dalam tuk ku gali
tak mampu lagi hatiku bertahan
untuk sebuah keangkuhanmu
bagaimana harus lari dari sungaimu
terlanjur tubuhku terseret di sungaimu
aku lelah bertahan dari dunia yang kau ciptakan untukku
kuteriakkan cacian untukku sendiri
malu aku pada diriku
bah....burung pedasih mentertawakanku juga
jatuh aku di antara belenggumu
kupukul hatiku yang telah terkapar
untuk kesia-siaan yang tak pantas untukku
mampuslah kau ditelan tanahmu...
binasalah kau di antara batumu...
aku muak pada kesia-siaan

(by "utusan tanda" untuk sebuah anggukan, keluhan, kesia-siaan, ketakberdayaan, dan jeritan hati)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar